Project based learning adalah sebuah metode pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Definisi secara lebih komperehensif tentang Project Based Learning menurut The George Lucas Educational Foundation (2005) adalah sebagai berikut: Project Based Learning menekankan pada pemecahan masalah otentik yang terjadi melalui pengalaman belajar praktik nyata. (John, 2008:374). Project Based Learning has also referred to by other names, such as project‐Based teaching, experienced‐Based education, authentic learning or anchored instruction (Arends 1997:156). Project Based Learning juga dapat diartikan sebagai pembelajaran berbasis projek, pendidikan berbasis pengalaman, belajar autentik pembelajaran yang berakar pada masalah‐masalah kehidupan nyata. Gijbels(2005:29) menyatakan bahwa Project Based Learning is used to refer to many contextualized approaches to instruction that anchor much of learning and teachingin concrete. This focus on concrete problemas initiating the learning process is central in most definition of Project Based Learning. Pembelajaran Project Based Learning peserta didik belajar melalui situasi dan setting pada masalah‐masalah yang nyata atau kontekstual. Karena itu, semua dijalankan dengan cara‐cara: dinamika kerja kelompok, investigasi secara independen mencapai tingkat pemahaman tinggi, mengembangkan keterampilan individual dan sosial. Peran pendidik pada metode Project Based Learning adalah menyajikan permasalahan, mengajukan pertanyaan mendasar dan memfasilitasi penyelidikan peserta didik. Project Based Learning tidak akan terjadi tanpa keterampilan pendidik dalam mengembangkan kelas yang memungkinkan terjadinya pertukaran ide dan dialog secara terbuka antara pendidik dan peserta didik. Pembelajaran dengan metode Project Based Learning harus menggunakan masalah-masalah riil sehingga peserta didik belajar, berpikir kritis dan terampil memecahkan masalah riil, mendukung pengembangan keterampilan teknis serta perolehan pengetahuan yang mendalam. Peserta didik diberi ruang luas untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis, sehingga peserta didik berlatih melakukan penyelidikan dan inkuiri. Levin (2001:1) menyatakan bahwa “Project Based Learning is an instructional method that encourages learners to applycritical thinking, problem solving skill, andcontent knowledge to real world problems and issues”. Project Based Learning adalah metode pembelajaran yang mendorong para peserta didik untuk menerapkan cara berpikir yang kritis, keterampilan menyelesaikan masalah, dan memperoleh pengetahuan mengenai problem dan isu‐isu riil yang dihadapinya. Berdasarkan pembahasan sebelumnya, dapat penulis simpulkan Project based learning merupakan pendekatan pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada para peserta didik untuk merencanakan aktivitas belajar, melaksanakan proyek secara kolaboratif, dan pada akhirnya menghasilkan produk kerja yang dapat dipresentasikan kepada orang lain. Pada pendekatan Project Based Learning, pengajar berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan penuntun. Sedangkan pada pembelajaran konvensional (dalam hal ini yang penulis biasa terapkan) perencanaan pembelajaran, pelaksanaan dan penilaian mutlak ditangan pendidik sebagai pusat pembelajaran dan peserta didik sebagai objek pembelajar yang menerima. Kekurangan dari pembelajaran konvensional tersebut menjadikan peserta didik sebagai pendengar pasif yang tidak diberi ruang luas dalam mengemukakan ide gagasan baik melalui pendapat, tulisan maupun kinerja. Purnawan, 2007, menjabarkan perbedaan ini dalam bentuk table berikut: Tabel 1 Perbedaan Antara Project Based Learning dan Konvensional Pembeda Konvensional PjBL Kurikulum – Mengacu pada kurikulum yang baku – Cakupan materi yang lebar – Menghafal materi tanpa berpikir fakta -Jangka waktu panjang, interdisciplinary, pelajar sebagai pusat perhatian dalam menyimak isu dunia nyata yang menarik perhatian pelajar -Adanya investigasi dan riset yang mendalam Kelas Pengajaran dilakukan dengan penempatan pelajar pada tempat duduk yang rapi dan kaku dalam format baris dan kolom. – Berupaya merangkul semua orang bersamasama, belajar di langkah dan bobot yang sama – Berusaha secara individu untuk mencapai target Pelajar duduk secara fleksibel, santai dan berkolaborasi di dalam tim. – Petunjukpembelajaran fleksibel, banyak perbedaan tingkat dan topik yang dipelajari oleh tiap pelajar – mendorong pelajar bekerja dalam tim yang heterogen untuk mencapai target Peserta didik Bergantung kepada pengajar dalam menyelesaikan intruksi Bertanggung jawab atas diri sendiri, menggambarkan tugasnya sendiri dan bekerja sebagai anggota Pendidik Pendidik sebagai pemberi ceramah/ narasumber dan tenaga ahli Pendidik sebagai fasilitator dan menyediakan sumber daya Teknologi Memberikan reward bagi yang menyelesaikan tugas dan sebaliknya memberikan hukuman bagi yang tidak menguasai konsep Menggunakan alat yang terintegrasi dalam semua aspek kelas, seperti dalam pemecahan masalah, komunikasi, meneliti hasil, dan mengumpulkan informasi. Sumber: Purnawan, 2007 Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Proyek : Karakteristik Pembelajaran Berbasis Proyek Karakteristik Project Based Learningmenekankan aktivitas pembelajaran siswa – menjadi : problem solver, decision maker, investigator, documentaria – berperan sebagai pekerja sesuai dengan bidang ilmu Berbagai keterampilan yang diperoleh: Thomas (2000) menetapkan lima kriteria Pembelajaran Berbasis Proyek: Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek Peran guru dan peserta didik dalam pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut: Penilaian dalam pembelajaran berbasis proyek Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahapan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam pembelajaran. proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. Model pembelajaran Berbasis Proyek melalui lima langkah pendekatan saintifik, siswa diarahkan untuk melakukan penelitian di wilayah lingkungan sekolah ataupun diluar sekolah, sehingga siswa diarahkan untuk berpikir ilmiah. Manfaat pembelajaran berbasis proyek:
IHT Implementasi Kurikulum Merdeka
Selasa 24 Oktober 2023 Pukul 07:00 s.d Selesai Tempat: Ruang Aula SMAN 1 Pangkalan